Pantai Losari
Pantai Losari merupakan ikon Kota Makassar.
Dulunya, pantai ini pernah mendapat julukan sebagai pantai yang
mempunyai meja terpanjang di Indonesia, mungkin juga di dunia. Karena
adanya warung-warung yang berjejer di sepanjang bibir pantai. Tetapi
sekarang, warung-warung tersebut sudah dipindah ke tempat yang tidak
begitu jauh dari Pantai Losari. Langkah tersebut ditempuh oleh Pemkot
Makassar agar obyek wisata di Sulawesi ini nyaman dan bersih.
Ada keunikan dan keistimewaan tersendiri dari Pantai Losari yaitu
wisatawan yang berkunjung ke pantai ini dapat melihat pemandangan
indah matahari terbit dan matahari terbenam. Selama menunggu
pemandangan indah tersebut, wisatawan dapat mencoba berbagai ragam
masakan laut yang masih sangat segar. Obyek wisata Pantai Losari berada
di
jantung Kota Makassar, tepatnya di Jalan Penghibur. Jalan ini berada di
sebelah barat Kota Makassar.
Benteng Rotterdam
Benteng
Rotterdam atau Fort Rotterdam ini berada tak jauh dari kawasan Pantai
Losari. Benteng ini merupakan salah satu peninggalan sejarah
Kerajaan Gowa-Tallo yang dibangun pada tahun 1545 oleh raja ke-9. Pada
awalnya, benteng dibangun dengan menggunakan tanah liat dan putih telur,
sampai kemudian bangunan disempurnakan oleh raja ke-14.
Jika dilihat dari atas, bentuk benteng ini menyerupai seekor penyu
yang sedang merangkak ke arah laut. Penyu dipilih karena binatang ini
dapat hidup di air dan di darat, hal ini sesuai dengan Keajaan
Gowa-Tallo yang berjaya di lautan maupun daratan.
Nama awal dari benteng ini adalah ‘Benteng Ujungpandang’ sampai pada
saat benteng ini jatuh ke tangan Belanda dan berganti nama menjadi Fort
Rotterdam. Nama ini menjadi populer sampai sekarang. Pada zaman Belanda,
benteng ini digunakan sebagai tempat penyimpanan rempah-rempah hasil
rampasan dari Indonesia bagian timur.
Di dalam kompleks benteng, terdapat 13 bangunan dan lima buah menara
dengan sebuah menara di pintu masuk, sedangkan empat buah menara lainnya
ada di setiap sudut kawasan benteng. Ada juga sebuah museum
yang disebut Museum La Galigo yang berisi koleksi benda-benda sisa
kebesaran kerajaan dahulu. Selain itu, ada sebuah ruangan yang diyakini
sebagai tempat pengasingan Pangeran Diponegoro.
Tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08:00 sampai 18:00 dan
gratis. Sedangkan untuk museum, Anda dikenakan biaya tiket masuk
sebesar 7.500 Rupiah per orang, Museum La Galigo buka setiap Selasa –
Minggu, mulai pukul 08:00 sampai 12:30.
Taman Nasional Bantimurung
Taman Nasional Bantimurung berada di Kabupaten Maros atau sekitar 45
km dari pusat kota Makassar. Tempat wisata ini luasnya mencapai 43.750
hektar dengan wilayahnya yang melingkupi bukit kapur, air terjun dan
juga gua.
Taman nasional ini pertama kali ditemukan oleh seorang ahli botani
dari Inggris, Alfred Russel Wallace. Saat itu, Wallace menyebut tempat
ini sebagai kerajaan kupu-kupu karena ada sekitar 250 jenis kupu-kupu di
sini. Kupu-kupu memang dijadikan maskot bagi tempat wisata ini. Di
gerbang masuk Taman Nasional Bantimurung, terdapat sebuah patung
kupu-kupu raksasa yang siap menyambut pengunjung yang datang.
Di
sini, Anda bisa melihat berbagai jenis kupu-kupu mulai dari yang
masih berupa ulat, kepompong sampai berubah menjadi kupu-kupu yang
cantik. Ada juga koleksi kupu-kupu yang telah diawetkan. Hal mengasyikan
lain yang bisa Anda lakukan adalah bermain flying fox, berenang di
kolam yang telah disediakan, bermain di bawah air terjun atau
menjelajahi gua yang ada di kawasan ini.
Untuk masuk ke Taman Nasional Bantimurung, Anda akan dikenakan biaya 20.000 Rupiah per orang.
Taman Laut Taka Bonerate
Taman laut ini berada di kota Benteng, Kepulauan Selayar. Tempat wisata ini merupakan surga bagi penyelam dan Anda yang suka snorkeling. Saat menyelam, Anda bisa berenang
bersama ratusan jenis ikan, penyu dan kura-kura. Kecantikan terumbu
karangnya juga membuat Anda semakin betah berlama-lama menyelam di sini.
Saat terbaik untuk menyelam di taman laut ini adalah di antara bulan
April – Mei. Pada saat itu, arus dan suhu air serta berbagai faktor
pendukung lainnya sedang dalam kondisi baik sehingga jarak pandang saat
menyelam pun menjadi sempurna.
Untuk menyelam di tempat wisata ini, Anda harus mendapat izin dari
Balai Taman Nasional dengan membawa kartu identitas yang masih berlaku.
Biaya yang dikenakan adalah 25.000 Rupiah untuk wisatawan domestik dan
60.000 Rupiah untuk wisatawan mancanegara. Jika ingin menyewa peralatan
menyelam, Anda harus menyiapkan uang 250.000 Rupiah.
Trans Studio Makassar
Trans Studio Makassar menjadi sebuah ikon tempat wisata modern di kota ini. Dibuka pada tanggal 20 Mei 2009,Trans Studio
berdiri di atas lahan seluas 2,7 hektar. Di dalamnya, terdapapat 21
wahana dan empat zona permainan yaitu Studio Central, Cartoon City, Lost
City, dan Magic Corner.
Tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 10:00 sampai 19:00,
kecuali pada akhir pekan dan hari libur nasional, Trans Studio Makassar
buka sampai dengan pukul 21:00. Untuk tiket masuk, Anda akan dikenakan
biaya sebesar 100.000 Rupiah pada hari biasa, 175.000 Rupiah pada akhir
pekan dan 200.000 Rupiah saat ada event tertentu di sini.
Pemandian Air Panas Lejja
Pemandian air panas ini terletak di kawasan hutan lindung di
Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Pemandangan sekitar kolam
pemandian sangat indah dengan banyak pepohonan rindang dan udaranya yang
sejuk. Ada juga gazebo yang disewakan dengan tarif 50.000 Rupiah per
dua jam.
Di tempat wisata ini, terdapat lima buah kolam dengan kedalaman dan
ukuran suhu yang beragam. Suhu terpanas dari sumber air ini adalah 60
derajat Celcius. Air panas ini dipercaya bisa menyembuhkan segala
penyakit kulit dan rematik karena kandungan belerangnya. Untuk dapat
berendam di kolam ini, Anda akan dikenakan biaya sebesar 5.000 Rupiah
untuk dewasa dan 3.500 Rupiah untuk anak-anak.
Yang menarik dari tempat wisata ini adalah banyaknya botol dan
plastik yang digantungkan di sekitar lokasi pemandian. Konon, jika
menggantung botol atau plastik maka permohonan akan segera terkabul.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar